Liga 1, Madura United Tetap Bermarkas di Pamekasan

Madura United FC menahan Pamekasan di kompetisi Liga 1 di Indonesia, meskipun kepemimpinan klub sepakbola ini mengundurkan diri sebagai manajer Stadion Madura Ratu Pamelingan (SGMRP). Madura United tidak berarti bahwa mereka tidak akan bermain di Pamekasan. Selama manajemen dalam kasus ini memungkinkan Dispora Pamekasan atau pihak-pihak yang secara resmi ditunjuk oleh pemerintah kabupaten, untuk memungkinkan Madura United menggunakan SGMRP di jadwal Liga 1 mendatang, manajer media Madrien United mengatakan FC Tabrien Syaifullah Munir Senin di Pamekasan (02/02 / 2020 ) malam. Madura terus menjadi tahap mengirimkan SGMRP sebagai salah satu stadion yang digunakan sebagai markas klub sepakbola untuk PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Tanggapan LIB dilakukan seperti fase verifikasi biasa. Peluang untuk melarikan diri sangat besar, karena berbagai perbaikan yang telah dilakukan semakin meningkat. Namun, dia belum sepenuhnya tahu kondisi lapangan apa itu. Apakah kerataannya masih sama dengan ketika kami melakukan pertarungan terakhir pada Juli 2019, atau ada perubahan karena bahan yang sangat berat masuk saat bekerja di lapangan, katanya. Menurut rencana verifikasi yang dikirim PSSI ke manajemen Madura United, rencana itu pada 5 Februari 2020. Tabri lebih lanjut menjelaskan bahwa pernyataan pemberhentian sebagai manajer tidak berarti bahwa itu tidak akan menjadi pengguna.

Mekanisme ini ada di urutan kedua, ya, selama pemilik SGMRP mengizinkan, jika tidak memungkinkan, kompetisi untuk bergabung di Bangkalan karena kami mengusulkan dua stadion lagi tahun ini, di Pamekasan dan Bangkalan, Tabri menjelaskan. Manajemen Klub Sepakbola Madura United FC mengundurkan diri sebagai manajer Stadion Ratu Pamelingan Madura setelah desakan sekelompok orang atas nama Gerakan Pemuda Madura (Gapura).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *