Sinar Mas Land Kembangkan Apartemen Hijau Di Southgate Residence

Pengembang Indonesia Sinar Mas Land bekerja sama dengan pengembang Jepang Keikyu Corporation dan PT Itochu untuk mengembangkan menara perumahan dengan konsep hidup hijau di Southgate Residence. Wakil presiden PT Keikyu Itomas Indonesia, Koji Haruyama, mengatakan, pihaknya tertarik untuk bekerja sama dengan Sinar Mas Land karena memiliki pengalaman yang cukup panjang dengan pengembangan real estat di Indonesia. PT Itochu sebelumnya telah bekerja sama untuk mengembangkan kawasan industri KIIC bersama dengan Sinar Mas Land dan telah aktif selama 27 tahun.

Alasan kami ingin berkolaborasi adalah karena Sinar Mas Land adalah salah satu pengembang terbesar di Indonesia, sangat kredibel dan banyak yang sebenarnya ingin berkolaborasi dengan Sinar Mas Land, katanya dalam konferensi pers di Jakarta. Sementara itu, menara terbaru, Prime Tower, akan mengusung konsep hidup hijau atau bangunan ramah lingkungan dengan menciptakan ruang terbuka yang luas dan menggunakan kembali air limbah untuk digunakan kembali. Konsep hidup hijau sebenarnya yang paling penting adalah jumlah ruang terbuka. Kami memberikan taman yang cukup besar tentang rumah kaca sekitar 35% dari total lahan. Blok super berada di tengah kota, tetapi kami adalah blok super yang dikelilingi oleh taman hijau, kata Stevanus Hartono, kepala departemen komersial Tanah Sinar Mas.

Selain itu, beberapa bahan yang digunakan juga mendukung infiltrasi, seperti blok pelapis karet khusus untuk menyerap air dan menggunakan tangki pengolahan air limbah hijau. Stevanus mengatakan bahwa pembangunan Menara Perdana harus selesai pada kuartal pertama 2021. Mengenai total pembangunan, itu terdiri dari tiga menara tempat tinggal, pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran. Sementara itu, total area adalah 5 ha.

Dari total menara yang akan dibangun, menara pertama di semua apartemen dijual 60% dengan omset sekitar Rp400 miliar. Sementara itu, menara kedua telah terjual 20% atau sekitar Rp170 miliar. Apartemen ini akan dijual kepada penduduk setempat di kelas menengah ke atas dan juga bisa disewa, terutama untuk emigran dari Jepang. Apartemen di Prime Tower mulai dengan jumlah Rp2,5 miliar. Dan sewa dengan harga 8% – 10% dari harga jual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *